Memahami Jenis-Jenis Baterai Laptop dan Kinerjanya

Baterai laptop adalah sumber daya yang digunakan untuk menyimpan energi listrik yang akan digunakan oleh laptop saat tidak terhubung ke sumber daya listrik. Baterai laptop biasanya terbuat dari lithium-ion, lithium-polymer, atau nickel-cadmium, yang memiliki kapasitas energi dan umur pakai yang berbeda-beda.

Jenis Baterai laptop juga dapat dibedakan menjadi baterai terpisah (removable) dan baterai tidak terpisah (non-removable).  Tipe Baterai terpisah dapat dilepas dan diganti dengan mudah, sedangkan baterai tidak terpisah harus dibongkar menggunakan teknik tertentu seperti smartphone saat ini untuk diganti.

Adanya baterai pada laptop ini Memberikan fleksibilitas, Pemiliknya dapat menggunakan laptop dimana saja tanpa tergantung pada sumber daya listrik yang tehubung langsung. Disamping itu dengan konsep baterai dinilai dapt mengurangi beban pada sumber daya listrik.  Pengguna dapat mengurangi beban pada sumber daya listrik, terutama saat menggunakan laptop di tempat-tempat yang tidak memiliki akses ke sumber daya listrik. Selain itu kelebihan pemakaian baterai adalah Mengurangi kebisingan karena  tidak membutuhkan kipas pendingin khusus batera.

 

Jenis Teknologi Baterai Laptop

Hingga saat ini perkembangan baterai terus dilakukan dan mengalam berbagai perkembangan terus terjadi untuk mendapatkan teknologi terbaik. Termasuk pada smartphone, Laptop yang mengadopsi berbagai perkembangan baterai yang lebih ramah dan nyaman dalam pemakaiannya. Terdapat beberapa jenis baterai yang biasa digunakan pada laptop, diantaranya:

1. Baterai Laptop lithium-ion (Li-ion)

Baterai lithium-ion adalah jenis baterai yang paling umum digunakan pada laptop. Baterai ini memiliki tingkat energi yang tinggi dan umur pakai yang panjang, tetapi harganya lebih mahal dibandingkan dengan jenis baterai lain. Apa saja kelebihan dan kekurangan jenis ini? Simak penjelasannya.

Baca Juga : Cara cek Kesehatan Baterai Laptop

Kelebihan Baterai Lithium-ion (Li-ion)

  1. Tingkat energi tinggi > Teknologi lithium-ion memiliki tingkat energi tinggi, sehingga mampu menyimpan banyak kapasitas energi dalam ukuran dan bentuk kecil dan tipis. Sehingga sangat cocok untuk berbagai perangkat saat ini Baik laptop maupun Smartphone.
  2. Umur pakai panjang > Jenis Baterai lithium-ion memiliki umur pakai yang panjang atau lebih awet, sehingga dalam penggunaan baterai yang benar mampu bertahan selama bertahun-tahun tanpa mengalami penurunan kapasitas yang signifikan.
  3. Beratnya Ringan > Tipe Ini dinilai memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan baterai jenis lain, sehingga cocok untuk digunakan pada perangkat yang membutuhkan baterai dengan bobot yang ringan.
  4. Mudah diproses > Baterai lithium-ion dapat diproses dengan mudah menjadi berbagai bentuk dan ukuran, sehingga cocok untuk digunakan pada perangkat dengan ukuran yang beragam.

 

Kekurangan Baterai Lithium-ion

  1. Harga yang lebih mahal > Karena kemampuan dan teknologi yang digunakan, Baterai lithium-ion dibanderol lebih mahal dibandingkan dengan baterai jenis lain, sehingga menjadi pilihan kurang ekonomis untuk aplikasi yang membutuhkan baterai dengan harga lebih murah.
  2. Membutuhkan perawatan khusus > Baterai lithium-ion harus disimpan serta digunakan dengan cara yang tepat agar tidak terjadi kerusakan pada baterai. Misalnya perlakuan pengecasan, Penyimpanan. Baterai ini harus disimpan pada suhu yang stabil, tidak boleh terkena panas atau dingin ekstrem, dan tidak boleh terpapar sinar matahari langsung.
  3. Rawan terbakar > Teknologi jenis lithium-ion memiliki risiko terbakar jika terjadi kerusakan pada baterai atau digunakan dengan cara yang tidak sesuai.
  4. Sulit didaur ulang > Jenis ini terbilang sulit didaur ulang karena membutuhkan proses rumit dan mahal. Namun, beberapa produsen baterai sedang mengembangkan teknologi lebih ramah lingkungan untuk mengurangi dampak lingkungan dari baterai lithium-ion.

Baca Juga : Cara Merawat Adaptor Charger Laptop Agar Tidak Cepat Rusak

2. Baterai Lithium-Polymer (Li-poly)

Berikutnya jenis Baterai lithium-polymer, merupakan jenis baterai yang memiliki kapasitas energi terbilang lebih tinggi dibandingkan dengan baterai lithium-ion.  Selain itu berat Baterai ini juga lebih ringan, mudah diproses, namun harganya lebih mahal. Sama dengan jenis lain, Lithium-polymer juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan baterai lithium-polymer (Li-poly) adalah:

  1. Tingkat energi tinggi > Tipe baterai laptop ini memiliki tingkat energi lebih tinggi dibandingkan dengan baterai lithium-ion, sehingga mampu menyimpan lebih banyak energi dalam ukuran yang sama.
  2. Ringan > Kelebihan lainnya adalah bebannya  yang lebih ringan dibandingkan dengan baterai lithium-ion, sehingga cocok untuk digunakan pada perangkat membutuhkan baterai dengan bobot ringan seperti ponsel dan laptop.
  3. Mudah diproses > Baterai lithium-polymer dapat diproses dengan mudah menjadi berbagai bentuk dan ukuran, sehingga cocok untuk digunakan pada perangkat dengan ukuran yang beragam.
  4. Tidak membutuhkan pengisi ulang > Baterai lithium-polymer tidak membutuhkan pengisi ulang secara teratur,
  5. Baterai nickel-cadmium (NiCd):

 

Berikutnya adalah jenis nickel-cadmium adalah jenis baterai yang sudah jarang digunakan pada laptop saat ini. Jenis ini memiliki kapasitas energi dinilai lebih rendah serta umur pakai lebih pendek dibandingkan dengan baterai lithium-ion. Tetapi dari sisi harga, ini lebih murah.

 

Kelebihan baterai nickel-cadmium (NiCd)

  1. Harga murah > Baterai laptop NiCd memiliki harga relatif lebih murah dibandingkan dengan baterai lithium-ion atau lithium-polymer, sehingga menjadi pilihan yang lebih ekonomis untuk aplikasi yang membutuhkan baterai dengan harga yang lebih murah.
  2. Mudah didaur ulang > Baterai NiCd mudah didaur ulang karena memiliki kapasitas yang tinggi untuk menyimpan energi dan dapat diisi ulang secara teratur.
  3. Tahan terhadap cuaca ekstrem > Baterai NiCd tahan terhadap cuaca ekstrem, sehingga cocok untuk digunakan pada perangkat laptop maupun Smartphone yang akan digunakan di lingkungan dengan suhu yang ekstrem.

Baca Juga : Cara Ngecas Laptop yang benar Aman dari Kerusakan

Kekurangan baterai NiCd adalah

  1. Tingkat energi rendah > NiCd memiliki tingkat energi yang lebih rendah dibandingkan dengan baterai lithium-ion atau lithium-polymer, sehingga membutuhkan lebih banyak baterai untuk menyimpan energi yang sama.
  2. Usia pemakaian pendek > Teknologi Baterai NiCd memiliki umur pakai relatif singkat jika dibandingkan dengan baterai lithium-ion atau lithium-polymer, sehingga harus diganti lebih sering.
  3. Membutuhkan perawatan khusus > Baterai NiCd harus disimpan dan digunakan dengan cara yang tepat agar tidak terjadi kerusakan pada baterai. Baterai ini harus disimpan pada suhu yang stabil, tidak boleh terkena panas atau dingin ekstrem, dan tidak boleh terpapar sinar matahari langsung.
  4. Rawan terbakar > Baterai NiCd memiliki risiko terbakar jika terjadi kerusakan pada baterai atau digunakan dengan cara yang tidak sesuai.

 

Penutup

Selain jenis baterai, teknologi baterai laptop juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu baterai terpisah (removable) dan baterai tidak terpisah (non-removable).

Baterai terpisah merupakan konsep baterai dapat dilepas dan diganti dengan mudah, sedangkan baterai tanam adalah Konsep penempatan baterai laptop yang tidak dapat dilepas dan harus dibongkar untuk diganti.

Teknologi baterai laptop terbaru sedang dikembangkan adalah baterai dengan kapasitas energi yang lebih tinggi dan umur pakai lebih panjang, serta baterai yang lebih ringan dan mudah diproses . Selain itu, teknologi pengisian lebih cepat juga sedang dikembangkan untuk mempercepat proses Charging baterai laptop.