PSIR Rembang amat terbantu dengan peran pemain gelandang Suyono. Pemain yang dikenal dengan sebutan Suyono “Terong” ini memang dikenal memiliki loyalitas yang tinggi. Apalagi dia memiliki kemampuan selain sebagai gelandang serang juga bisa menjadi gelandang bertahan.
Sebenarnya ia memang lebih banyak menjadi gelandang bertahan. Namun sepanjang musim 2011-2012, posisi gelandang serang yang diamanatkan kepadanya mampu diemban baik. Menurut Pelatih PSIR Rembang Harianto, pemain yang bergabung dengan klub ini sejak 2004 dan tidak pernah ke klub lain itu memang bisa ditempatkan di dua posisi.
"Terong memiliki sprint bagus. Oleh karena itu musim ini dia kami coba untuk menempati posisi baru, dari gelandang bertahan ke gelandang serang. Dan ternyata dia pun menjawab dengan mengoleksi dua gol musim ini. Hasil evaluasi kami musim ini permainannya cukup stabil dan konsisten di lapangan," katanya.
Hingga akhir musim berakhir, kata Harianto, Suyono telah menyatu dengan trio striker PSIR Rembang, yakni Cristian Lenglolo, Effendi "Bendot", dan Ranu Tri Sasongko. Bahkan perpaduan mereka itu mampu memberikan warna baru dalam gaya permainan yang diusung oleh tim yang bermarkas di Stadion Krida Rembang itu.
"Gaya permainan cepat yang kami terapkan selama musim ini berjalan dengan baik. Umpan-umpan lini tengah sangat variatif. Hal ini muncul ketika kami menempatkan Suyono sebagai gelandang serang, dia sangat cepat berkomunikasi dan berpadu dengan para striker kami. Bahkan, mereka sudah terlihat sehati di lapangan, karena pergerakan antara striker dan pemain tengah sudah dapat dipahami antara pemain," jelasnya.
Atas konstribusi itu, pelatih yang kini bermukim di Desa Landoh Sulang itu mengaku tetap akan memberikan rekomendasi kepada pengelola untuk mempertahankan pemain yang kini berusia 32 tahun itu.(*)