Persebaya dipastikan tanpa gelar musim ini. Bajul Ijo gagal melangkah ke final Piala Indonesia (PI) setelah disingkirkan Semen Padang, sementara di ajang Indonesian Premier Leaugue (IPL) mereka maksimal hanya bisa finish di urutan kedua. Itupun bila para pesaing Persebaya seperti PSM, Persiraja, Persiba, dan juga Arema, tergelinciri di pertandingan terakhir mereka.
Manajer Persebaya Saleh Hanifah menegaskan para pemain harus bisa melupakan kegagalan meraih gelar di PI maupun IPL, dan bangkit ketika menjamu Persiraja di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/7) sore. Lakon Persebaya di IPL memang belum usai. Pasukan Divaldo Alves masih menyisakan tiga pertandingan, yakni lawan Persiraja, Arema dan PSMS. Lantak Laju--julukan Persiraja--menjadi lawan pertama yang harus dihadapi.
"Hasil di Padang (kalah 0-3 di semifinal kedua PI dari Semen Padang, red) memang mengecewakan. Namun kami harus bangkit di pertandingan selanjutnya," tegas Saleh, Sabtu (30/6). Senada dengan Saleh, Media Relation Persebaya Ram Surahman mengingatkan pertandingan lawan Persiraja adalah saat yang tepat untuk bangkit.
Apalagi Bajul Ijo akan tanding di kandang sendiri dan di depan suporter yang selalu setia mendukung dimanapun Persebaya bertanding, Bonek. "Benar kata Pak Saleh, kita tak perlu terlalu larut dalam kesedihan. Sebab masih ada tiga pertandingan tersisa. Meski tidak bisa juara, namun kami mengincar papan atas," tegas Ram, yang juga ketua Panpel Persebaya.
Menurut jadwal awal, laga lawan Persiraja seharusnya digelar Minggu (1/7) sore namun akhirnya diundur sehari. "Tim Persiraja sendiri sudah seminggu di sini. Mereka sudah beradaptasi dengan suasana Surabaya dan lapangan tentunya. Ini yang patut kita waspadai," beber Ram.
Meladeni tim asal Banda Aceh itu kemungkinan besar Persebaya tidak akan diperkuat bek tangguh Otavio Dutra. Pemain asal Brasil itu mengalami cedera saat Bajul Ijo dijamu Semen Padang, Rabu (27/6) lalu. (*)